Perpisahan yang Bahagia
Sebuah Perusahaan yang memiliki tim start up Teknologi ingin meluncurkan sebuah aplikasi mobile untuk memberikan hiburan bagi mereka yang mengalami perpisahan sehingga perpisahan itu bisa memberikan perasaan bahagia. Aplikasi mobile itu dinamakan Happy Farewell. Tim start up Teknologi terdiri dari proyek manajer, UI/UX designer, mobile developer, dan tester. Nicole Nixy berperan sebagai proyek manajer yang bertugas untuk mengkoordinir anggota lain. Ari berperan sebagai UI/UX designer yang bertugas untuk merancang logika pengguna dan mendesain tampilan visual aplikasi. Karel dan Iqbal berperan sebagai mobile developer yang bertugas untuk mengembangkan dan memelihara aplikasi. Salsa berperan sebagai tester yang bertugas untuk menguji aplikasi.
Tim start up Teknologi bersama-sama bekerja membangun aplikasi Happy Farewell. Nicole melakukan presentasi untuk memberitahukan ide desain dari aplikasi Happy Farewell yang akan di desain nantinya oleh Ari. Selama presentasi berlangsung Karel dan Iqbal sangat memperhatikan Nicole dan pada saat yang bersamaan mereka jatuh cinta terhadap Nicole. Ketika Nicole membuka sesi tanya jawab, Ari mengangkat tangan dan berbicara.
“Hmm, kan tadi kamu ngejelasin kalau masuk ke aplikasi harus kedipin mata dahulutetapi kayaknya di sini ada yang gak bisa ngedip deh soalnya dari tadi aku lihat gak pernahngedip sekalipun.”“Siapa yang gak bisa ngedip?” tanya Nicole.“Karel dan Iqbal,” jawab Ari.“Kalian gak bisa ngedip?” tanya Nicole.“Bisa kok, nih aku ngedip,” jawab Iqbal sambil mengedipkan mata berkali-kali.“Aku juga bisa nih,” jawab Karel sambil mengedipkan mata mengikuti Iqbal.“Ohh.. kirain pada gak bisa ngedip kalian,” kata Ari.
Setelah percakapan mereka selesai Nicole menutup presentasinya dan segera
mengirimkan file presentasi ke dalam grup chat mereka. Nicole mengkoordinir anggota
terkhusus untuk Ari, Karel, dan Iqbal yang akan berperan penting dalam perancangan tahap
awal. Ari pun memulai perancangan UX (User Experience) dengan membuat logika pengguna.
Sementara itu, Karel dan Iqbal bekerja sama membangun aplikasi. Mereka bekerja hingga larut
malam hingga Nicole memberi tahu semua anggota untuk beristirahat dan pulang ke rumah
masing-masing.
Iqbal mengajak Nicole untuk berjalan-jalan ke taman yang dekat dari perusahaan
mereka. Nicole menyetujui ajakan Iqbal dan mereka pun pergi bersama.
“Kira-kira kita bisa gak ya nyelesaiin proyek ini?” Tanya Iqbal.“Pasti bisa, pokoknya kita harus terus berjuang sama-sama, kita gak boleh ada yangnyerah, kita kan udah sama-sama berjuang, kita pasti bisa ngelaluinnya.” Jawab Nicole.“Iya juga yah..,” balas Iqbal.“Ihh, kamu kok balasnya begitu sih, yang semangat dong kayak aku. KITA BISA,PASTI BISA! Bilang begitu!” teriak Nicole.“Heheh… iya, iya. KITA BISA, PASTI BISA. Semangat!” Teriak Iqbal.
Setelah saling berbincang satu sama lain mereka kembali ke perusahaan untuk membereskan barang-barang mereka agar tidak ada yang ketinggalan. Lalu, Iqbal mengantar Nicole pulang ke rumahnya. Keesokan paginya, mereka kembali mengerjakan proyek pengembangan aplikasi Happy Farewell. Saat waktu istirahat tiba, Nicole membagikan kepada semua anggota makanan yang sudah dia pesan.
“Jadi, makanan ini ga usah kalian bayar karena udah aku bayar,” kata Nicole.“Ayo bilang makasih sama-sama ke Nicole, gue hitung ya, 1, 2, 3,” kata Salsa.“Makasih,” ucap semua anggota kepada Nicole.Iqbal dan Karel menatap manis ke arah Nicole tanpa mengedipkan mata dan Ari punmenegur.“Hmm, katanya bisa ngedip, kok pada gak ngedip sih kalian berdua,” kata Ari kepadaIqbal dan Karel.“Tuh ngedip,” kata Iqbal sambil menoleh dan mengedipkan mata ke Ari.“Nih aku juga ngedip,” kata Karel sambil menoleh dan mengedipkan mata ke Ari.
Mereka pun makan bersama dan Iqbal menawarkan sosis untuk Nicole. Nicole menerima tawaran dari Iqbal. Karel mengambil sosis itu dan mengatakan bahwa dia akan memotong sosisnya menjadi lebih kecil agar Nicole dapat memakannya dengan mudah. Setelah mereka semua selesai makan, mereka melanjutkan proyek mereka. Mereka bekerja hingga larut malam lagi dan akhirnya Nicole mengatakan bahwa sudah waktunya untuk beristirahat dan pulang ke rumah masing-masing.
Nicole mengatakan bahwa dia ingin pergi hiburan ke mall dan mengajak para anggota. Namun, Salsa dan Ari mengatakan bahwa mereka ingin langsung pulang ke rumah. Sementara itu, Karel dan Iqbal menerima ajakan Nicole dan mereka bertiga pergi bersama. Iqbal menantang Nicole dan Karel dalam permainan bola basket di mall. Aturan permainannya adalah setiap orang memiliki kesempatan untuk memasukkan bola sebanyak 15 kali ke dalam ring basket dan peraih poin tertinggi akan menjadi pemenangnya.
Iqbal, Karel, dan Nicole bersama-sama memilih urutan dalam memulai permainan. Urutan pertama adalah Iqbal, urutan kedua adalah Nicole, dan urutan ketiga adalah Karel. Iqbal memulai permainan dan mendapatkan 10 poin. Lalu, pemain kedua adalah Karel yang mendapatkan 13 poin. Pemain ketiga adalah Nicole yang meraih 8 poin. Dengan demikian, posisi pertama atau pemenangnya adalah Karel
Dikarenakan pemenangnya adalah Karel maka Iqbal dan Nicole mentraktir Karel makanan dan minuman. Setelah itu, mereka pulang bersama-sama ke rumah masing-masing. Waktu terus berlalu hingga sebulan kemudian dan aplikasi Happy Farewell pun selesai. Nicole mengkoordinir Salsa untuk melakukan pengujian aplikasi yang telah mereka buat. Saat pengujian terjadi error pada aplikasi dan aplikasi tersebut tidak bisa digunakan. Mereka semua panik dan khawatir dengan kejadian yang tersebut. Nicole mengatakan kepada semua anggota tetap tenang dalam menghadapi kejadian tersebut dan bersama-sama mencari sumber permasalahan yang terjadi pada aplikasi.
Iqbal dan Karel yang merupakan mobile developer mencari tahu masalah apa yang terjadi pada aplikasi sehingga terjadi error dengan terus mengotak-atik aplikasi. Hingga pukul 10 malam Nicole mengatakan kepada anggota untuk beristirahat sejenak. Nicole mengajak para anggota untuk berjalan-jalan dengan maksud ingin memberikan mereka semangat. Para anggota menyetujui ajakan Nicole dan mereka semua pergi berjalan bersama.
“Guys, sorry ya, gue ngerasa bersalah sangat atas kejadian tadi dan sampai sekarangkita masih belum bisa perbaikin error yang ada di aplikasi Happy Farewell,” kata Iqbal.“Iya gue juga ngerasa bersalah, sorry ya,” kata Karel.“Kita kerja sama-sama, kita salah sama-sama, dan kita gagal sama-sama, jadi kaliangak perlu ngerasa bersalah sendirian. Kalau kalian kayak begitu gue juga ingin minta maaf dehkarena gue juga salah,” kata Salsa.“Kalau begitu gue juga minta maaf karena gue juga salah,” kata Ari.“Gue juga minta maaf ya guys,” kata Nicole.“Gue mau cerita pengalaman gue waktu gagal ujian, rasanya gue ingin coba terussampai berhasil, dipikiranku aku gak peduli mau ujungnya juga gagal lagi atau berhasilpokoknya aku harus coba dahulu. Dan aku coba ngulang sampai percobaan kelima danakhirnya aku lulus ujian. Jadi, aku ingin bilang gak masalah mau ujungnya juga gagal lagi, kantinggal coba lagi. Kita coba saja terus karena kita ga akan tahu hasilnya sebelum kita coba.Pada akhirnya, kita akan menemukan keberhasilan kita sendiri, entah itu keberhasilan kitadalam menghadapi rasa sakit dari kegagalan ataupun keberhasilan kita dalam percobaan untukkesekian kalinya,” kata Nicole.
Iqbal dan Karel menatap kagum Nicole dengan penuh cinta. Setelah percakapan itu tim start up Teknologi berhenti di suatu tempat dan menatap pemandangan kota yang indah. Lalu, mereka pulang bersama-sama ke rumah masing-masing. Keesokan harinya, mereka semua kembali bekerja dan akhirnya mereka menemukan permasalahannya. Tim start up Teknologi memperbaiki aplikasi Happy Farewell dan kembali melakukan pengujian. Hasil yang didapatkan adalah aplikasinya lulus dari proses pengujian dan siap untuk diluncurkan.
Setelah peluncuran aplikasi, Iqbal berencana untuk menyatakan perasaannya kepada Nicole. Peluncuran aplikasi pun berlangsung dengan lancer sehingga Tim start up Teknologi merasa senang dan puas dengan kerja keras mereka. Setelah itu, Iqbal mengajak Nicole ke alun-alun kota bersama. di sana Iqbal menyatakan perasaannya pada Nicole.
“Nicole, makasih ya udah bimbing tim kita dan ga pernah nyerah bahkan saat kitahampir gagal ngebuat aplikasinya tetapi kamu selalu beri kami semangat untuk tetap lanjut buataplikasinya. Hingga akhirnya kita semua sukses luncurin aplikasi Happy Farewell sama-sama.Kamu harus tahu, sepanjang kamu mimpin tim kita, aku benar-benar jatuh cinta sama kamudan aku udah gak bisa pendam perasaan ini lagi. Nicole, aku suka sama kamu. Aku gak maksakamu buat bilang bagaimana perasaan kamu ke aku karena aku hanya ingin kamu tahu bahwaaku akan selalu dukung kamu karena aku suka kamu. Jadi, kapan pun kamu ngerasa gakdicintai, tolong ingat bahwa masih ada aku yang selalu mencintaimu,” kata Iqbal.“Aku juga suka kamu Iqbal,” balas Nicole lalu memeluk Iqbal.
Banyak yang mendownload aplikasi Happy Farewell dan menggunakannya. Penggunaan aplikasi Happy Farewell sangat laris terutama di kalangan kamu muda. respons yang diberikan pun kebanyakan berisi respons positif. Pada akhirnya, perusahaan asing merekrut Iqbal yang merupakan mobile developer aplikasi Happy Farewell yang berperan penting dalam pengembangan aplikasi. Iqbal menerima perekrutan tersebut tetapi hubungannya dengan Nicole terhenti dikarenakan Nicole mengatakan bahwa dia tidak bisa berhubungan jarak jauh. Mereka berdua saling mengikhlaskan berakhirnya hubungan mereka.
Nicole ingin menghibur diri dari perpisahannya dengan Iqbal menggunakan aplikasi Happy Farewell. Notifikasi bahwa Nicole sedang mencari orang untuk menemaninya hiburan bersama dilihat oleh Karel, lalu Karel segera menekan tombol “Terima Ajakan”. Karel mengetahui bahwa Nicole dan Iqbal telah putus dan berencana untuk menyatakan perasaannya pada Nicole. Karel mempersiapkan perlengkapan menyanyi di tempat mereka berdua akan bertemu. Lalu, Karel membagikan bunga mawar untuk di buang ke arah tengah tempat itu saat dia menyatakan perasaan pada Nicole. Karel pun menyanyikan lagu “Sweet Dreams” sambil bermain gitar saat Nicole mulai mendekati tempat itu.
“Nicole, aku suka kamu, tolong terima aku,” kata Karel.“Iya, aku juga suka sama kamu,” balas Nicole.
Karel dan Nicole pun bernyanyi bersama dengan bunga mawar yang ditebarkan oleh orang-orang di sekitar.
Tamat.
Penulis: Sri Natalia